Pengembangan Produk Multi-Item untuk Model Inventaris EOQ dengan Kualitas Barang Tidak Sempurna

Penulis

  • Fariz Institut Teknologi Bandung
  • Dwitra Institut Teknologi Bandung
  • Melviani Institut Teknologi Bandung
  • Yosi Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.61221/jriem.v3i2.31

Kata Kunci:

EOQ, Single Item, Multi-Item, Total Profit, Waktu Interval Pemesanan, Ukuran Lot Pemesanan

Abstrak

Persaingan bisnis yang kompetitif mendorong perusahaan manufaktur untuk memproduksi barang berkualitas. Namun, perusahaan sering kali menerima bahan baku yang tidak sesuai standar produksi. Bahan baku tidak sempurna tersebut disebabkan oleh berbagai faktor seperti proses pengiriman yang tidak sesuai, rusak, human error, dll. Hal ini akan berdampak pada kekurangan bahan baku pada proses produksi sehingga diperlukan pemesanan ulang untuk memenuhi kebutuhan produksi. Tujuan penelitian dari ini adalah mengembangkan model formulasi untuk menentukan waktu interval pemesanan, ukuran lot pemesanan yang optimal, dan total profit ketika perusahaan memiliki lebih dari satu bahan baku dari satu pemasok dengan mempertimbangkan adanya barang cacat. Pada penelitian dilakukan pengolahan data dengan cara melakukan penurunan formula EOQ dari model acuan penelitian sebelumnya mengenai kebijakan inventori single item dengan adanya produk cacat menjadi kebijakan inventori multi-item dengan adanya produk cacat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model multi-item menghasilkan total profit lebih besar 1,5 kali dibandingkan single item ($51.307 > $34.064)/unit/tahun. Selain itu, waktu interval pemesanan multi-item sebesar 52,1 hari lebih lama dibandingkan single item yang hanya 10 hari. Terakhir, ukuran lot pemesanan multi-item lebih besar. Pemesanan bahan baku secara bersamaan mengurangi biaya pemesanan dan penyimpanan sehingga model multi item lebih efisien dan menghasilkan keuntungan lebih besar dibandingkan model single item.

Referensi

1. Eroglu, A., & Ozdemir, G. (2007). An economic order quantity model with defective items and shortages.

International Journal of Production Economics, 106(2), 544–549.

https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2006.06.015

2. Maddah, B., & Jaber, M. Y. (2008a). Economic order quantity for items with imperfect quality: Revisited.

International Journal of Production Economics, 112(2), 808–815.

https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2007.07.003

3. Maddah, B., & Jaber, M. Y. (2008b). Economic order quantity for items with imperfect quality: Revisited.

International Journal of Production Economics, 112(2), 808–815.

https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2007.07.003

4. Nobil, A. H., Sedigh, A. H. A., & Cárdenas-Barrón, L. E. (2020). Reorder point for the EOQ inventory

model with imperfect quality items. Ain Shams Engineering Journal, 11(4), 1339–1343.

https://doi.org/10.1016/j.asej.2020.03.004

5. Roy, M. Das, Sana, S. S., & Chaudhuri, K. (2011). An economic order quantity model of imperfect quality

items with partial backlogging. International Journal of Systems Science, 42(8), 1409–1419.

https://doi.org/10.1080/00207720903576498

6. Salameh, M. K., & Jaber, M. Y. (2000). Economic production quantity model for items with imperfect

quality. International Journal of Production Economics, 64(1–3), 59–64. https://doi.org/10.1016/S0925

5273(99)00044-4

7. Wahab, M. I. M., & Jaber, M. Y. (2010). Economic order quantity model for items with imperfect quality,

different holding costs, and learning effects: A note. Computers & Industrial Engineering, 58(1), 186–190.

https://doi.org/10.1016/j.cie.2009.07.007

File Tambahan

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Harahap, F., Harkinata, D., Kamaralo, M. K., & Hidayat, Y. A. (2025). Pengembangan Produk Multi-Item untuk Model Inventaris EOQ dengan Kualitas Barang Tidak Sempurna. Journal of Research in Industrial Engineering and Management, 3(2), 54–63. https://doi.org/10.61221/jriem.v3i2.31

Terbitan

Bagian

Artikel Penelitian